TUGAS MANDIRI 1 IMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR - KAMPUS MULLENIAL ITBI

 NAMA              : LUSIA SIAGIAN

JURUSAN          : AKUTANSI

KELAS               : PAGI

MATA KULIAH : ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR



Deskripsikanlah apa itu ilmu sosial budaya dasar (ISBD) dan deskripsikan tujuan dari adanya ilmu sosial dan budaya dasar (ISBD) !

Jawab

Masalah budaya adalah segala sistem atau tata 

nilai atau sikap mental, pola pikir, pola tingkah laku dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak memuaskan bagi masyarakat secara keseluruhan, atau dapat dikatakan bahwa masalah budaya adalah tata nilai yang dapat menimbulkan krisis-krisis kemasyarakatan yang akan menyebabkan “ dehumanisasi “ atau terjadi pengurungan terhadap seseorang. Masalah tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya. Ilmu sosial budaya dasar identik dengan Basic Humanities. Humanities berasal dari kata latin Human yang berarti manusiawi, yang berbudaya dan berbudi halus (refined) diharap seseorang mempelajari Basic Humanities tidaklah sama dengan the humanities (pengetahuan budaya) yang menyangkut keahlian filsafat dan seni; seni pahat, seni tari dan lain-lain.Seperangkat konsep dasar ilmu sosial budaya dasar tersebut secara interdisiplin digunakan sebagai alat bagi pendekatan dan pemecahan masalah yang timbul dan berkembang dalam masyarakat. Dengan demikian ilmu sosial budaya dasar memberikan alternative sudut pandang atas pemecahan masalah sosial budaya dimasyarakat. Berdasarkan pemahaman yang diperoleh 
dari kajian ilmu sosial budaya dasar, mahasiswa dapat mengorientasikan diri untuk selanjutnya mampu mengetahui ke arah mana pemecahan masalah harus dilakukan.
Pendekatan dalam ilmu sosial budaya dasar lebih bersifat interdisiplin atau multidisiplin, khususnya ilmu-ilmu sosial dalam menghadapi masalah sosial. pendekatan dalam ilmu sosial budaya dasar bersumber dari dasar-dasar ilmu social dan budaya yang bersifat terintegrasi. ilmu sosial budaya dasar digunakan untuk 
mencari pemecahan masalah kemasyarakatan melalui pendekatan interdisipliner atau multidisipliner ilmu-ilmu sosial dan budaya. Sedangkan pendekatan dalam ilmu 
sosial lebih bersifat subjek oriented, artinya berdasarkan sudut pandang dari ilmu sosial tersebut. Misalnya, ilmu ekonomi melihat suatu masalah melalui prespektif ekonomi serta pemecahan masalah pun dari sudut 
pandang ekonomi pula.Pendekatan dalam ilmu sosial budaya dasar akan memperluas pandangan bahwa masalah social, kemanusiaan, dan budaya dapat didekati dari berbagai 
sudut pandang. Dengan wawasan ini pula maka 
mahasiswa tidak jatuh dalam sifat pengotakan ilmu secara ketat. Sebuah ilmu secara mandiri tidak cukup mampu mengkaji sebuah masalah kemasyarakatan. dewasa ini perkembangan sebuah masalah semakin kompleks. Kajian atas suatu masalah membutuhkan berbagai sudut pandang keilmuan, demikian pula dengan solusi pemecahannya.Ilmu sosial budaya dasar sebagai kajian masalah social, kemanusiaan dan budaya, sekaligus pula member dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial yang terintegrasi. Pendekatan yang mendalam 
bersifat subject oriented di bebankan pada ilmu sosial budaya dasar yang lebih bersifat teoritis, baik yang menyangkut ruang lingkup, metode dan sistematikanya.Demikian pula halnya dengan pendekatan dalam ilmu-ilmu alam atau yang bersifat eksakta. Pendekatan dalam ilmu-ilmu alam dalam mengkaji gejala alamiah 
juga bersifat subject oriented. Mahasiswa yang 
menekuni ilmu-ilmu eksakta akan mengkaji gejala alam menurut sudut pandang ilmu mereka. Dengan diberikan kajian ilmu sosial budaya dasar diharapkan dapat member wawasan akan pentingnya pendekatan sosial 
dan budaya dalam menangani masalah alam. 
Misalnya, seorang sarjana teknik sipil dalam 
upayanya membuat jembatan harus mempertimbangkan aspek social dan budaya masyarakat dan sekitarnya. ia semata-mata tidak boleh hanya mempertimbangkan 
masalah teknis. Harus dipahami bahwa manusia tidak lepas dari gejala alam dan kehidupan lingkungan. Alam dan manusia akan saling mempengaruhi. Namun,sebagai subjek kehidupan, manusia perlu memperlakukan alam secara baik sehingga akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan hidupnya.

Defenisi Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar

Secara umum ISBD (Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Dasar) termasuk kelompok pengetahuan, yakni mempelajari mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep hubungan 
antar manusia (sosial) dan budaya yg dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kemanusiaan, sosial, dan budaya.
Ilmu sosial budaya dasar merupakan sebagai 
integarasidari ISD dan IBD yang memberikan dasar-dasarpengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehinggan mampu mengkaji masalah social,kemanusian, dan budaya. Pendekatan Ilmu sosial budaya 
dasar juga merupakan akan memperluas pandangan bahwa masalah social, kemanusian, dan budaya dapat didekati dari berbagai sudut pandang. Dengan wawasan sehinggan mampu mengkaji sebuah masalah kemasyarakat yang lebih kompleks,demikian pula dengan solusi pemecahannya. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar adalah cabang ilmu pengetahuan yang merupakan integrasi dari dua ilmu 
lainnya, yaitu ilmu sosial yang juga merupakan sosiologi (sosio: sosial, logos: ilmu) dan ilmu budaya yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial. Pengertian lebih lanjut tentang ilmu sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan berbagai disiplin ilmu 
untuk menanggapi masalah-masalah sosial, sedangkan ilmu budaya adalah ilmu yang termasuk dalam pengetahuan budaya, mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya.
Secara umum dapat dikatakan ilmu sosial budaya dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk 
mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan 
kebudayaan. Istilah ilmu sosial budaya dasar
dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanitiesdiandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, 
lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. 
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu 
the humanities disamping tidak meninggalkan 
tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang asal mula ilmu sosial dan budaya dasar, perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan 
dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu;
Ilmu-ilmu Alamiah (natural scince). Ilmu-ilmu 
alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-
keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi.
Ilmu-ilmu sosial (social scince). Ilmu-ilmu sosial 
bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil pengkajian 
ini lebih bersifat kualitatif, sebab hal ini menyangkut pola perilaku dan tingkah laku manusia di masyarakat yang cenderung berubah-ubah.Pengetahuan budaya (the humanities) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa 
dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Latar belakang diberikannya mata kuliah ilmu sosialbudaya dasar adalah selain melihat konteks budayaIndonesia, juga sesuai dengan program pendidikan di Perguruan Tinggi, dalam rangka menyempurnakan pembentukan sarjana. Latar belakang ilmu sosial budaya 
dasar dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri 
atas berbagai suku bangsa dengan segala 
keanekaraman budaya yang tercermin dalam 
berbagai aspek kebudayaannya, yang 
biasanya tak lepas dari ikatan-ikatan 
primordial, kesukuan dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan yang sedang 
berlangsung terus menerus menimbulkan dampat positi dan dampak negative berupa 
terjadinya pergeseran nilai budaya sehingga 
dengan sendirinya mental manusiapun 
terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari 
pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya 
konflik dalam kehidupan.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi 
menimbulkan perubahan kondisi kehidupan 
manusia, menimbulkan konflik dengan tata 
nilai budayanya, sehingga manusia bingung 
terhadap kemajuan yang telah diciptakannya 
itu. Hal ini merupakan sikap ambivalen 
teknologi, yang disamping memberikan segi 
positf, juga memiliki segi negatif.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the 
humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Manfaat Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar
Ilmu sosial budaya dasar (ISBD) merupakan 
Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dengan visi “Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam 
kehidupan bermasyarakat”. Adapun misinya adalah “Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, pekam dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, 
dan kemartabatan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya”. 
ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri 
sendiri, melainkan suatu rangkaian pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya. Selain itu, mata kuliah ini pada prinsipnya 
sebagai pengatur dasar menuju pengenalan teori ilmu-ilmu social dan kebudayaan sehingga diharapkan mahasiswa dapat memiliki wawasan keilmuan yang bersifat multidisipliner tentang keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan 
bermasyarakat dan bernegara.
Penyajian mata kuliah ilmu sosial budaya dasar
tidak lain merupakan usaha yang diharapkan 
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian, mata kuliah ilmu sosial budaya dasar tidak untuk 
mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya, akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara 
memperluas wawasan pemikiran serta kemarnpuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Untuk menjangkau tujuan tersebut ilmu sosial
budaya dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa 
terhadap lingkungan budaya, sehingga 
mereka mudah menyesuaikan diri dengan 
lingkungan yang baru, terutama untuk 
kepentingan profesi mereka.
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa 
untuk memperluas pandangan mereka 
tentang masalah kemánusiaan dan budaya 
serta mengembangkan daya kritis mereka 
terhadap persoalan-persoalan yang 
menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa menjadi 
calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli 
dalam bidang disiplin masing-masing, tidak 
jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan 
pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini 
terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita 
amat sempit dan condong membuat 
manusia spesialis yang berpandangan kurang 
luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin 
ilmu yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para 
akademisi agar mereka lebih mampu 
berdialog satu dan yang lainnya. Dengan 
memilki satu bekal yang sama, pars 
akademisi diharapkan akan lebih lancar 
dalam berkomunikasi.


Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar

Bertitik tolak dari tujuan yang telah ditentukan 
diatas, dua masalah pokok dapat dipakai sebagi bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ilmu sosial budaya dasar. Kedua masalah pokok ialah 
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya 
merupakan ungkapan masalah kemanusiaan 
dan budaya yang dapat didekati dengan 
menggunakan pengetahuan budaya (The 
Humanities), baik dari segi masing-masing 
keahlian (disiplin) didalam pengetahuan 
budaya, maupun secara gabungan (antar 
bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan 
budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, 
akan tetapi yang beraneka ragam 
perwujudannya dalam kebudayaan masing-
masing jaman dan tempat.

Hubungan ilmu sosial budaya dasar dalam kehidupan sehari-hari:
1. Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa 
yang terjadi disekitarnya dan diluar 
lingkungannya.
2. Keberanian moral untuk mempertahankan 
nilai-nilai yang dirasakan sudah dapat 
diterimanya dengan penuh tanggung jawab 
dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak 
dapat dibenarkan

Komentar